• Breaking News

    SEORANG NETIZEN SALTO SECARA MENDADAK SETELAH MEMBACA BLOG SIMARYON. -O- SEMENJAK BLOG SIMARYON DITERBITKAN, HARGA BAYGON LARIS MANIS, AKAN TETAPI ANGKA KEMATIAN MENINGKAT. -O- PEDANG, CLURIT, DAN BOM ASAP BANYAK DITEMUKAN DIKALANGAN PEMBACA BLOG SIMARYON. -O- SEORANG NENEK MENDADAK BREAKDANCE DI LANTAI ATAS HARTONO MALL SAAT TAU BLOG SIMARYON TEMPLATENYA GANTI. -O- NIKI SETIAWAN : "I LOVE YOU, CHICKEN." -O- SEEKOR CHICKEN MENDADAK JADI DOG SAAT TAU BLOG SIMARYON. -O- DITEMUKAN MAYAT HIDUP YANG TELAH MENINGGAL, DIDUGA ADA TANDA SIMARYON BLOG DI HP CHINANYA, SETELAH DITELITI, TERNYATA MAYAT TERSEBUT SUDAH MENINGGAL.

    Berbagi Kegundahan Melalui Tulisan

    Friday, 27 March 2015

    Pocong Berhati Sutra






    Pocong Berhati Sutra


    Alkisah disuatu kuburan “Yang Celalu Terkubur”, hiduplah seorang pocong yang berhati sutra.. Dulu matinya karena kepleset ulat sutra, waktu itu, dia lagi jalan jalan, tiba tiba ada orang nyeluk “Wooi mas, hati hati ada ulat sutra..”. Makanya, sampe sekarang pocong itu dinamakan Pocong Berhati Sutra, yang mempunyai arti berhati hati ada ulat sutra. Dulu, waktu dia masih hidup, dia termasuk dari 7 cowok ganteng disekolahnya. Dia gonta ganti pacar sebanyak 9kali (tapi seinget gue 4kali, 5kalinya tidak diketahui). Oh ya, nama pocong ini Mahmudin.





    Dulu, waktu dia masih hidup. Dia punya istri yang cantiknya tumpeh tumpeh melebihi Cita Citata. Namanya Juleha, Mereka hidup tentram dan damai.


    “Sayang, andaikan aku bola mata, kamulah yang jadi airnya. Tanpa air, bola mata ini menjadi kering dan tak berguna.” Gombal si Mahmudin





    “coo cwiiittt” Juleha nelen bedak


    Itulah yang dilakukan Mahmudin, setiap hari Juleha digombali. Sampai suatu hari Mahmudin terpleset dan mati. Juleha pun menyadari bahwa Mahmudin memang harus di ikhlaskan untuk pergi. Tetapi, tepat jam 23:59, ada yang mengetuk pintu kamar Juleha





    “S..s..si..apaa?”


    “Ini aku, Mahmudin!”


    “TIDAK MUNGKIN!” Teriak Juleha dengan mimik wajah yang lucu


    “Tolong bukakan pintu, aku mau bilang sesuatu”


    “TIDAK MAS! Kita sudah berbeda alam! Tolong lah kau tenang diatas sana !”


    “Tapi…?”


    “MAS! PERGI MAS PERGI!! TEMPATMU BUKAN DISINI”


    “Aku ingin mengatakan sesuatu, tolong lah! Izinkan aku! Aku berjanji aku akan pergi.”





    “Baiklah.” Juleha bangkit dan membukakan pintu, tampaklah sesosok suami yang sudah meninggal didepannya.


    Dengan wajah yang bikin penasaran, mahmudin langsung teriak “CIEE JANDAA NIH YEE”





    *** *** *** ***





    5 tahun kemudian, tepat jam 12 malam.. Gerbang kuburan terbuka. Seketika para hantu berhamburan keluar untuk mencari hiburan. Gerombolan hantu  yang tergabung dalam geng “Kubuyan Imud”  langsung menuju basecamp di bawah pohon melinjo untuk pesta miras. "Eh, elu nggak jalan ama cewek lu si Kunti?" tanya jelangkung pada temannya, Pocong Mahmudin





    “Ini juga mau jalan gue ama si Kunti. Udah gue PING tapi kok gak di read juga yah?”





    “Di wassap coba bro! Biasanya BBM emang suka lemot.” Usul sundel bolong


    Si Pocong mengenyitkan dahi.. “Gue malu buat ketemuan sih di jembatan ujung sono, anterin gue dong!”





    “Yaelah, percuma muka serem kalau mau kencan aja minta ditemenin!” Jelangkung ngomong “Yaudah, nyok gue temenin, lewat gedung bioskop itu ya!”





    “Ogah Gue!!”


    “Emang Kenapa?”


    “Gue sakit hati setiap lewat depan bioskop! Manusia emang suka melecehkan gue! Manusia sekarang pada sadis melecehkan gue lewat film. Masak gue digambar
    ngelemprak dengan tulisan POCONG NGESOT. Sebelahnya parah lagi, POCONG MANDI GOYANG PINGGUL. Sejak kapan gue bisa mandi sambil goyang
    pinggul? Mandi aja nggak pernah! Apalagi yang POCONG KESURUPAN , nah loh gue kan dah mati, siapa yang ngerasukin gue? Berarti yang ngerasukin gue itu setan yang mati lagi terus ngerasukin setan setan lainnya?” Gerutu Pocong yang mukanya udah kek Afgan kecemplung  di septitank


    “Udeh broo! Hadapi itu dengan santai, sesantai silet! Yaudah kita puter aja jalannya.”





    19 menit kemudian…..


    Sampailah pocong di jembatan, Dengan perasaan galau yang menelusup
    pikiran, akhirnya si Pocong menemui kekasih hatinya yang telah duduk manis di atas pagar jembatan. Pocong muncul setelah lewat setengah jam dari waktu yang dijanjikan. "Hai yayang Kunti, ma'af ya telat.Soalnya jalanan licin. Jadi pas loncat loncat kepleset terus, kena permen karet lagi. Untung tadi ada odong odong, jadi bisa numpang.” Pocong Jelasin





    “Ohh…” balas Kunti


    “Kamu kenapa sayang? Kok mukanya dingin gitu?”


    “Habis dari kulkas..”


    “Terus kenapa muka kamu pucat?”


    “Ya iyalah goblok! Gue kan setan! Koplok dipelihara!!” bentak kunti dengan parameter 33’C


    "Oh, bener juga ya? Tapi maksudku bukan itu. Kenapa wajahmu terlihat murung? Adakah yang kamu pikirkan sayang?" Pocong berusaha ngomong layaknya George Bush


    "Sepertinya, kita sudahi saja hubungan kita."
    "Owh..." komentar Pocong santai.
    "Kenapa kamu nggak sedih?" Kunti mengerutkan dahi.


    "Ya nggak apa-apa. Kan besok masih bisa bareng lagi. Cuma malam ini kan?" jelas Pocong.
    "Maksud aku kita putus... !!!" bentak Kunti melotot.





    "Apa?!" Teriak Pocong seakan digigit rangrang yang lagi pegangan tiang listrik “Kok gitu? Tapi kan…?”


    “Gak ada tapi tapian!! Ngerti?!” bentak Kunti


    “Iya iya aku ngerti! Aku Cuma butuh satu tapi!” Pocong memelas


    “Ihhhh” Kunti nabok pocong “Susah ya ngomong sama pocong yang otaknya kek proffesor!”





    “Owh, pacar baru kamu Profesor?" Pocong bertanya seakan tanpa dosa.


    “PROFFESOR IDIOT!!” Kunti tak bisa menahan amarah sampe ikan yang disungai berubah jadi rendang


    "Yang, pliss... Beri aku kesempatan. Aku sudah berusaha menjadi yang terbaik buatmu."
    Pocong mengiba. Dengan susah payah mencoba berlutut. Namun apa daya terjungkal karena sempitnya kain kafan yang melilitnya.





    "Apa? Terbaik? Kamu memelukku saja nggak pernah. Membelai rambutku juga nggak pernah. Kamu nggak romantis!" jelas Kunti dengan melipat tangan didada. “Dan satu lagi, nggak usah aku kamu, panggil lu gue aja. Kita udah putus ! Titik" kembali Kunti
    menegaskan kebulatan tekad dan kebulatan pantatnya.


    "Sayang, bukankah dulu kamu bilang mau menerima aku apa adanya? Aku emang nggak bisa memelukmu. Selain tanganku terbungkus, aku juga masih punya iman. Kita bukan muhrim yang..." Pocong meratap.


    "Hai... " Sebuah suara memotong ratapan pocong.
    Tuyul datang dengan membusungkan dada. Padahal tubuh kuntetnya tidak sedikitpun macho.
    "Ma'af, aku sudah memilih dia," ucap Kunti sambil menunjuk ke arah Tuyul.


    "Ayo kita jalan-jalan ke mall . Kamu bisa pilih gaun apa saja, biar aku yang bayar," kata Tuyul dengan sedikit melompat untuk meraih tangan Kunti.


    Kunti tersipu, wajah pucatnya merona. "Dasar setan matre! Ke Masjid aje!" Umpat Pocong kesal. Mereka berdua berlalu, meninggalkan pocong yang kini benar-benar ngesot dalam ratapan,...








     

    16 comments:

    '; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

    Putra Didik

    Photobucket