• Breaking News

    SEORANG NETIZEN SALTO SECARA MENDADAK SETELAH MEMBACA BLOG SIMARYON. -O- SEMENJAK BLOG SIMARYON DITERBITKAN, HARGA BAYGON LARIS MANIS, AKAN TETAPI ANGKA KEMATIAN MENINGKAT. -O- PEDANG, CLURIT, DAN BOM ASAP BANYAK DITEMUKAN DIKALANGAN PEMBACA BLOG SIMARYON. -O- SEORANG NENEK MENDADAK BREAKDANCE DI LANTAI ATAS HARTONO MALL SAAT TAU BLOG SIMARYON TEMPLATENYA GANTI. -O- NIKI SETIAWAN : "I LOVE YOU, CHICKEN." -O- SEEKOR CHICKEN MENDADAK JADI DOG SAAT TAU BLOG SIMARYON. -O- DITEMUKAN MAYAT HIDUP YANG TELAH MENINGGAL, DIDUGA ADA TANDA SIMARYON BLOG DI HP CHINANYA, SETELAH DITELITI, TERNYATA MAYAT TERSEBUT SUDAH MENINGGAL.

    Berbagi Kegundahan Melalui Tulisan

    Saturday, 7 January 2017

    Kuntilanak Mencari Cinta






    Limbuk namanya, kuntilanak cantik yang masuk 50 hantu tercantik dari 14 wanita di kampungnya (sisanya banci) itu sedang mengalami galau kelas 4 SD.  Dulunya Limbuk adalah seorang biduan yang mati karena makan kuaci. Iya makan kuaci………..di tengah jalan raya.

    Sore itu, Limbuk ingin mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya, Mey, sehantu (karena jika gue tulis seorang kayaknya gak cocok) yang memiliki nama latin sundelicious ini bergenre sundel bolong, dulu matinya tidak diketahui. Sumpah! Gue yang nulis cerita ini gak tau matinya kenapa!

    “Meyyy, ini aku, Limbuk.” Teriak Limbuk di depan rumah Mey
    “Masuk aja..” terdengar suara Mey

    Limbuk pun masuk dengan santai dan …….Pletak! Dengan serampangan, Limbuk menghempaskan tasnya yang terbuat dari kulit pisang di atas kulkas. Lalu duduk di samping Mey sambil menggerutu ga jelas. Sementara Mey, masih asik ngupil sejak dua jam yang lalu.

    "Halo Mey. Gue tamu loh, gak di bikinin apa gitu?" sapa Limbuk
    Tapi sapaan Limbuk ga dapat respon. Mey masih asik ngupil. Jari telunjuknya mengobok-ngobok lubang hidungnya sambil mendesah-desah keenakan.
    “SShhhh..aahhh..sssshhhh…ahhh”

    “Woy!!!” suara Limbuk terdengar seperti ninja 2 tak
    Mey kaget. Menoleh kepada Limbuk dengan tatapan madafakanya, "Hai Limbuk, barusan aku kaget lho."
    "Terus gue harus minum air kobokan sambil bilang sontoloyo gituhh??" sahut Limbuk dengan muka cemberut
    "Dih! Kenapa to?"
    Limbuk diem, Mey diem, Nikita Willy diem, gue diem, dan cewek yang lewat didepan rumah gue seksi banget.
    Tiba tiba mata Limbuk berkaca kaca, sedetik lebih cos 36 kemudian air mata itu muncrat kemana-mana.
    "Bocor, bocor. Matamu bocor. Limbuk, kamu nangis, ya?" Mey panik lalu nyodorin tisu untuk Limbuk.
    "Lo pikir gue pipis lewat mata?!" Limbuk mengusap-usap air matanya pake tisu, setelah itu tisunya dikembalikan kepada Mey
    "Nangis kenapa sih? Ada ada aja Kuntilanak nangis?!"
    “Kuntilanak emang dasarnya nangis bego!”
    “Lha terus kenapa?!” Tanya Mey menghardiknas
    Limbuk justru makin semangat nangisnya. "Udin, Mey. Udin pacar gueee"
    "Iya, iya. Pacar kamu kenapa? Meninggal?”
    “Udah meninggal bego!”
    “Terus kenapa? Jatuh dan gak bisa bangkit lagi?! Duh kenapa sih??” Mey kuatir
    "Dia... Dia ternyata orangnya ga romantis, Mey, huaaaaaaa"
    Mey bersyukur, "Ya ampun.. Cuma masalah begituan?"
    "Itu nyebelin banget tau ga sih? Nyebelin!"
    Mey menatap Limbuk  "Jadi ceritanya kamu nyesel pacaran sama si Pocong kemayoran itu?"
    Limbuk terdiam cukup lama, Mey juga diem, Nikita Willy ikutan diem, dan orang negro pake baju warna ungu lewat (abaikan lagi). *ini mah iklan eksis*
    "Gue cuma pengen dia romantis dan perhatian ke gue. Masa pendiam banget gitu, ngomong sama gue kalo pas lagi kesusahan. Gue kesepian, Mey. Gue serasa jomblo!" cerocos Limbuk sambil menatap Mey penuh dengan rasa jibang.
    "Sebenarnya salah kamu juga kan? Baru kenal semalem eh udah mau aja dipacarin. Kayak gue dong, bertahun tahun udah kenal, tapi malah digantungin.” Mey kebawa curhat
    "Habis dia-nya ganteng, pendiem dan ga suka genit sama hantu cewek lain," jelas Limbuk
    "Nah trus kenapa sekarang kamu nangis-nangis?"
    "Ganteng aja ternyata ga cukup buat gue, Mey. Gue butuh keromantisan... Udah gak romantis, miskin lagi! Huh… Gak bisa pake ninja 2 tak”
    Mey termenung, dan 2 bulan kemudian akhirnya menangis karena menyesali berpikir terlalu lama. Dalam tangisannya itu tiba tiba munculah ide yang brilian.
    "Gimana kalo kamu aja yang memulai keromantisan itu. Kamu coba godain pacar kamu. Kamu manja manjain dia. Kalo diem dibales diem ya diem-dieman aja terus sampe kiamat" Mey memberi saran.
    Mata Limbuk tiba-tiba berbinar layaknya lampu teplok. Tangisnya terhenti. Kemudian tersenyum lebar sampai ke jidat. "Ga nyangka lo punya usul sebriliant ini. Ga rugi gue punya sahabat kayak elo. Makasih, yah. Muah!" kisbai Limbuk, kemudian bergegas pulang.
    Besok malamnya, Limbuk langsung mempraktekkan saran Mey. Di saat Limbuk bertemu dengan Si Udin, Limbuk mulai beraksi seperti apa yang disaranin Mey.
    "Ya ampun Mas Udin,  walaupun udah malem tetep ganteng gini, gimana nanti kalo kita jalan jalan ke kuburan cina? Aku udah gak sabar ingin memeluk Mas Udin di sana" gombal Limbuk
    Tapi Udin santai-santai aja. Ga Eaaa. Ga co cwiiitt. Ga klepek-klepek. Ga mukul-mukul manja. Malah kemudian dengan dinginnya berkata: "Oh.. Maaf gak bisa"
     ASDFGHJKL!! Limbuk misuh-misuh dalam hati. Iya gitu. Ngomongnya cuma kalo kesusahan doang!
    ***
    4 jum’at lamanya (sama aja 1 bulan) si Pocong Mahmudin sama si Kuntilanak Limbuk tidak berkomunikasi. Limbuk tidak lagi memfollback Udin, tidak lagi berteman di facebook, dan delcont di BBM. Hal ini membuat bingung Mahmudin. Dipikirannya, wanita emang sulit dimengerti walaupun sampai di liang lahat.
    “Eh lu gak jalan ama si Limbuk?” Tanya Bapeng, pocong senior yang mati gara gara diputus sama Asmirandah
     “Ini juga mau ketemuan… Tapi susah banget dihubungin”
    “Ah, dia mah udah gak sayang sama elo!” Mahmudin diem “Putusin aja, ganti pacar. Noh ada suster ngesot yang baru mati kemaren”
    “Peng…” Mahmudin angkat bicara “Gue itu pocong peng.. Lo tau kan pocong gak bisa jongkok dan suster ngesot gak bisa berdiri? Terus gimana caranya gue bisa ciuman?”
    “Ya elo jatuhin diri aja!”
    “Kalau gue jatuh, terus siapa yang bantuin gue berdiri?!”
    Bapeng diam
    “Limbuk gak bisa tergantikan, Peng!” Mahmudin pergi meninggalkan Bapeng, ingin hati menemui Limbuk sesegera mungkin.
    ***
    “Haii sayang.. Udah nunggu lama ya?” Mahmudin menebar senyum ramah
    “lumayan” balas Limbuk gak berselera
    “Kamu kenapa sayang? Kok mukanya dingin gitu?”
    “Habis dari kulkas”
    “Maksudku kenapa mukamu pucat gitu? Kamu sakit? Duh… sakit apa?!” Mahmudin panik
    “YA IYALAH, KOPLOKK!! GUE KAN SETAN!” Bentak Limbuk
    "Oh, bener juga ya? Tapi maksudku bukan itu. Kenapa wajahmu terlihat murung? Adakah yang kamu pikirkan sayang?" Mahmudin berusaha ngomong layaknya George Bush lagi ngeden
    "Sepertinya, kita sudahi saja hubungan kita."
    "Owh..." komentar Mahmudin santai.
    "Kenapa kamu nggak sedih?" Limbuk mengerutkan dahi.
    "Ya nggak apa-apa. Kan besok masih bisa bareng lagi. Cuma malam ini kan?"
    "Maksud aku kita putus... !!!" bentak Limbuk melotot.

    "AAPPPAAHH?!" Teriak Pocong seakan akan ajal menjemput “Kok gitu? Tapi kan…?”
    “Gak ada tapi tapian!! Ngerti?!”
    “Iya iya aku ngerti! Aku Cuma butuh satu tapi!” Mahmudin memelas
    “Ihhhh” Limbuk nabok Mahmudin “Susah ya ngomong sama pocong yang sok ganteng!!”

    "Yang, pliss... Beri aku kesempatan. Aku sudah berusaha menjadi yang terbaik buatmu."
    Mahmudin mengiba. Dengan susah payah mencoba berlutut. Namun apa daya terjungkal karena sempitnya kain kafan yang melilitnya.

    "Apa? Terbaik? Kamu memelukku saja nggak pernah. Membelai rambutku juga nggak pernah. Kamu nggak romantis!" jelas Limbuk dengan melipat tangan didada. “Dan satu lagi, nggak usah aku kamu, panggil lu gue aja. Kita udah putus ! Titik" kembali Limbuk menegaskan kebulatan tekad dan kebulatan pantatnya.
    "Sayang, bukankah dulu kamu bilang mau menerima aku apa adanya? Aku emang nggak bisa memelukmu. Selain tanganku terbungkus, aku juga masih punya iman. Kita bukan muhrim yang..." Mahmudin meratap.
    "Hai... " Sebuah suara memotong ratapan pocong.
    Tuyul datang dengan membusungkan dada. Padahal tubuh kuntetnya tidak sedikitpun macho.
    "Ma'af, aku sudah memilih dia," ucap Limbuk sambil menunjuk ke arah Tuyul.
    "Ayo kita jalan-jalan ke mall . Kamu bisa pilih gaun apa saja, biar aku yang bayar," kata Tuyul dengan sedikit melompat untuk meraih tangan Limbuk.
    Limbuk tersipu, wajah pucatnya merona. "Dasar setan matre! Ke Masjid aje!" Umpat Mahmudin kesal. Mereka berdua berlalu, meninggalkan pocong yang kini benar-benar ngesot dalam ratapan,...

    1 comment:

    1. Menang banyak si tuyul
      Ini pengalaman jadi pocong y, bang?
      Sabar y bang

      ReplyDelete

    '; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

    Putra Didik

    Photobucket