• Breaking News

    SEORANG NETIZEN SALTO SECARA MENDADAK SETELAH MEMBACA BLOG SIMARYON. -O- SEMENJAK BLOG SIMARYON DITERBITKAN, HARGA BAYGON LARIS MANIS, AKAN TETAPI ANGKA KEMATIAN MENINGKAT. -O- PEDANG, CLURIT, DAN BOM ASAP BANYAK DITEMUKAN DIKALANGAN PEMBACA BLOG SIMARYON. -O- SEORANG NENEK MENDADAK BREAKDANCE DI LANTAI ATAS HARTONO MALL SAAT TAU BLOG SIMARYON TEMPLATENYA GANTI. -O- NIKI SETIAWAN : "I LOVE YOU, CHICKEN." -O- SEEKOR CHICKEN MENDADAK JADI DOG SAAT TAU BLOG SIMARYON. -O- DITEMUKAN MAYAT HIDUP YANG TELAH MENINGGAL, DIDUGA ADA TANDA SIMARYON BLOG DI HP CHINANYA, SETELAH DITELITI, TERNYATA MAYAT TERSEBUT SUDAH MENINGGAL.

    Berbagi Kegundahan Melalui Tulisan

    Tuesday, 20 February 2018

    Kuliah Hanya Untuk Pegawai

    Haloo jumpa kembali..
    Selamat tahun baru 2018 sobat :) 
    Hari baru, koin baru, hahahaha *spongebob

    Disini aku mau bahas sesuatu yang agak mengganjal dalam sistem permasyarakatan di Indonesia. Pernah dalam suatu hari menjelang weekend, aku bermaksud pulang ke kampung halaman menaiki kereta. Setelah menunggu lama, akhirnya kereta jalan dengan heningnya. Aku duduk diam karena tak mengenal seseorang pun di dalam gerbong kereta, hingga akhirnya ada seorang bapak-bapak duduk disebelahku. Bapak-bapak itu seperti orang kantoran yang habis pulang kerja. Karena iseng dan gabut, aku pun memulai pembicaraan dengan bapak-bapak tersebut. Aku ngobrol ngalor ngidul dan terlihat akrab dengan bapak-bapak tersebut, dari ngobrol tentang keluarganya, kerjanya, pengalamannya, dsb. Hingga akhirnya, dia bertanya padaku mengenai perkuliahanku.

    Bapak2     : "Kuliah ambil fakultas apa dik?"

    Aku          : "Allhamdulillah, ambil fakultas ekonomi dan bisnis pak."

    Bapak2     : "Emm begitu.." (sambil mangut-mangut) "kenapa milih FEB dik? Bukannya FEB itu banyak banget lulusannya ya? Dan banyak juga lho dik yang nganggur dari FEB karena saking banyaknya dan sempitnya lowongan pekerjaan."

    Aku          : "Hahaha, tidak masalah bagi saya pak. Karena saya ingin menjadi pengusaha."

    Bapak2     : "Wah jadi pengusaha? kalo cita-citanya jadi pengusaha, kenapa harus kuliah dik?"


    JRREEEEEENNNGGG........!!!!!
    Apakah ada yang salah jika kita kuliah walaupun ingin jadi pengusaha?
    Mengapa cita-cita pengusaha dikategorikan sebagai cita-cita untuk orang yang (maaf) bodoh, tidak bersekolah, IP buruk, dan hal negatif lain.
    Mengapa kalimatnya bukan begini "kalo cita-citanya jadi pengusaha, kenapa harus sekolah dik?"
    Inilah yang salah dalam sistem masyarakat Indonesia.

    Umumnya, orang Indonesia menganggap bahwa dunia perkuliahan hanya untuk orang-orang yang bercita-cita ingin jadi pegawai perusahaan swasta atau PNS, sedangkan pengusaha hanyalah untuk orang-orang yang "terbuang" dalam dunia perkuliahan. Semua orang bahkan terlebih lagi para orang tua mahasiswa tentunya  ingin berada dalam zona nyaman, maksudnya jika menjadi pegawai hidup sudah ada yang ngatur. Akan tetapi, jika di TV diberitakan orang asing menguasai Indonesia, mereka tidak terima. Jangankan orang asing, (maaf) orang keturunan Cina yang sudah diakui kewarganegaraannya saja jika menguasai pasar ekonomi daerah, tentu akan menjadi bulan bulanan dimata masyarakat.

    "Dikit dikit orang Cina, dikit dikit orang Cina"
    "Wah asing masuk Indonesia, gimana sih pemerintah gak becus kok nerima asing bekerja di Indonesia?" (padahal MEA)
    "Gak ada Made In Indonesia apa ya? Semuanya impor!"
    "Orang luar negeri pada pinter-pinter bikin sesuatu ya, gak kayak orang Indonesia"
    dan omongan omongan negatif lainnya.

    Hei manusia! Engkau yang tak berani keluar zona nyaman, engkau yang menilai dunia perkuliahan hanya untuk pegawai, engkau yang menilai cita-cita pengusaha hanyalah untuk orang orang terbuang dari pendidikan : "GAK BECUS BANGET SIH HIDUP LO!"
    MIKIR!

    Lantas mengapa Nadhiem kuliah jauh-jauh di Havard Business School tapi setelah lulus cuma jadi juragan ojek dengan GoJeknya?
    Lantas mengapa Chairul Tanjung sekolah kedokteran gigi di Universitas Indonesia, tetapi setelah lulus malah jadi produsen sepatu yang akhirnya kini memiliki TRANSCORP?
    Lantas mengapa Achmad Zaky sekolah di ITB tapi setelah lulus cuma jadi marketing dengan Bukalapaknya?
    MENGAPA MEREKA SUSAH-SUSAH KULIAH DI BERBAGAI SEKOLAH TINGGI TERNAMA TAPI SETELAH LULUS HANYA MENJADI PENGUSAHA?! 

    Alasannya adalah : mereka ingin keluar dari zona nyaman
    Bagaimana jadinya jika Chairul Tanjung meneruskan karirnya sebagai dokter gigi? Apakah kalian akan bisa menonton Katakan Putus?
    Bagaimana jadinya jika Nadhiem meneruskan karirnya di perusahaan swasta, apakah akan ada transportasi motor online yang menyelamatkan ribuan orang dalam berpenghasilan?
    Bagaimana jadinya jika Zaky jadi PNS, apakah akan ada media online bagi para pelapak-pelapak kecil yang keterbatasan modal dalam menjual dagangannya?
    MIKIR!

    Justru menjadi pengusaha harus kuliah. Karena kuliah mengubah pola pikir kita dalam melakukan sistem manajemen usaha. Apakah usaha kita berdampak positif bagi masyarakat luas? Apa masalah-masalah yang dihadapi dalam masyarakat? Tentunya hal ini menjadi alasan mengapa seorang pengusaha harus kuliah, yakni untuk membuat usaha mereka berguna bagi masyarakat luas dan mengangkat nama baik negaranya. Bukankah tujuan kuliah untuk memperluas jaringan? Jika kuliah hanya dipake untuk sekedar mengejar IP  dan mendapatkan gelar, mending ceburin kepala aja ke cairan antiseptik, biar itu otak bersih gak ada kumannya :). Tidak salah jika kuliah untuk meraih cita -cita jadi pegawai, yang salah kuliah hanya untuk menjadi pegawai.
    MIKIR!

    Jika kalian (para pembaca) menemukan orang yang beranggapan bahwa "kalo kamu ingin jadi pengusaha, kenapa harus kuliah?", bilang ke orangnya baik-baik, bisiki dia dengan lembut "sayang, asupan gizi diperbanyak ya, kasian itu otak gak dikasih nutrisi :)"




     

    1 comment:

    1. Ini sama j kayak
      Wah jadi pengusaha, kenapa harus makan?
      Toh sama j kan pengusaha sama pebisnis sama2 pengen makan buat bertahan hidup
      Lagian kan kuliah mereka juga g kupu-kupu, mereka yg memanfaatkan ilmunya berguna bagi orang banyak
      Itulah pengusaha

      ReplyDelete

    '; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

    Putra Didik

    Photobucket